Jangan Sepelakan saat Anak Panas! Mungkin Gejala Demam Kuning



Gejala demam kuning harus diwaspadai karena dapat berakibat buruk terhadap kesehatan sang buah hati. Demam kuning atau sering disebut yellow fever merupakan penyakit akibat virus yang ditularkan nyamuk sebagai perantara. Penderita demam ini akan mengalami panas tinggi serta kulit dan mata akan menguning karena fungsi hati yang menurun.
Biasanya, demam kuning ditemukan di wilayah Karibia, Amerika Tengah, Amerika Selatan dan juga Afrika. Penyakit ini menyerang orang yang tinggal di daerah endemik dan para wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut, sehingga kita harus lebih waspada agar tidak terkena penyakit tersebut.

Penyebab DemamKuning

Penyebab demam ini adalah virus dari genus Flavivirusyang kemudian disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk jenis ini berkembang di sekitar manusia, termasuk di air bersih, seperti bak mandi, air di ember, kaleng ataupun genangan air.
Nyamuk Aedes aegypti inilah yang membawa virus demam kuning setelah mengigit monyet atau manusia yang sedang terinfeksi. Virus ini kemudian masuk ke aliran darah nyamuk untuk menetap di kelenjar saliva (air liur) nyamuk. Apabila nyamuk menggigit kembali orang lain maka virus yang terkandung dalam tubuh nyamuk akan masuk ke tubuh orang lain tersebut sehingga virus akan tersebar ke seluruh tubuh orang tersebut.
Anda harus lebih berhati-hati ketika waktu senja menjelang fajar karena saat itulah nyamuk sedang aktif. Pada waktu itulah penyebaran virus demam kuning lebih banyak terjadi dibanding waktu lainnya.

GejalaDemamKuning

Demam kuning memiliki tiga fase gejala yang harus kita ketahui, yaitu:
1.      Fase inkubasi
Pada fase ini, virus yang telah masuk dalam tubuh orang belum memperlihatkan gejala atau tanda-tanda. Umumnya masa ini berlangsung selama 1 sampai 3 hari setelah terinfeksi.
2.      Fase akut
Fase ini terjadi di hari ketiga atau keempat seusai terinfeksi dan biasanya berlangsung selama 3 sampai 4 hari. Penderita dalam fase ini akan merasakan beberapa gejala demam kuning, seperti:
·         Pusing
·         Nyeri otot
·         Sakit kepala
·         Demam
·         Mual dan muntah
·         Silau terhadap cahaya
·         Nafsu makan menurun
·         Lidah, wajah dan mata kemerahan.
Setelah fase akut ini berakhir, gejala tersebut biasanya akan menghilang dan banyak penderita yang kemudian sembuh setelah fase ini. Tapi, pada beberapa orang justru akan masuk ke fase berikutnya, yaitu fase toksik.
3.      Fase toksik
Saat penderita memasuki fase ini, mereka akan merasakan kembali gejala tersebut, bahkan menjadi lebih serius. Berikut gejala demam kuning:
·         Nyeri perut
·         Gagal hati
·         Kulit dan sklera menguning
·         Fungsi otak menurun, meliputi kejang, delirium sampai koma
·         Denyut jantung melambah
·         Mimisan, gusi berdarah, dan pendarahan pada mata
·         Muntah, terkadang muntah darah
·         Jumlah urin menurun dan gagal ginjal.

Pengobatan DemamKuning

Sekarang ini, belum ditemukan obat yang mampu menyembuhkan penyakit demam kuning, tetapi kekebalan tubuh yang dapat memerangi virus tersebut. Meskipun demikian, terdapat beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mendukung sistem kekebalan tubuh sehingga mampu mengatasi gejala yang muncul, seperti:
·         Melakukan transfusi darah apabila terjadi anemia atau kekurangan darah akibat pendarahan.
·         Memberikan obat pereda rasa sakit atau demam, misalna paracetamol.
·         Memberikan tambahan oksigen.
·         Melakukan cuci darah bila mengalami gagal ginjal.
·         Mengobati ika terjadi infeksi penyerta lainnya, seperti infeksi bakteri.
·         Menjaga tekanan darah agar tidak turun melalui infus cairan.
Pengobatan secara optimal terhadap penyakit ini memang belum ada, tapi paling tidak kita bisa menjaga kekebalan tubuh sehingga dapat mengurangi risiko lebih parah. Oleh karena itu, segera periksakan jika memang sudah terlihat gejala demam kuning.

Belum ada Komentar untuk "Jangan Sepelakan saat Anak Panas! Mungkin Gejala Demam Kuning"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel