Mengenal Jenis Suntik Hormon dan Kegunaannya




Bagi anda yang berencana untuk melakukan suntik hormon, akan lebih baik jika anda memahami jenis suntik hormon yang biasa diberikan oleh dokter. Suntik hormon ini memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan. Tentunya tambahan honor secara manual ini merupakan salah satu cara untuk terapi pengobatan atau untuk kepentingan lain yang bermanfaat. Hormon ini sendiri memiliki dua jenis yakni hormon sintetis dan hormon buatan.
Perlu anda tahu hormon ini merupakan zat kimia yang memiliki peranan besar dalam memaksimalkan fungsi dasar organ tubuh anda. Ada banyak hal yang dipengaruhi oleh hormon ini dari mulai pertumbuhan badan, metabolisme tubuh anda, fungsi seksual dan reporoduksi, atau bahkan suasana hati anda. Karenanya anda juga harus mengetahui jenis jenis suntik hormon terlebih dahulu sebelum anda melakukan suntikan.

Suntik Hormon Testoteron

Jenis suntik hormon yang pertama adalah suntik hormon testoteron. Suntik hormon satu ini biasanya digunakan pada pria. Suntik hormon testoteron ditujukan untuk meningkatkan kurangnya kuantitas hormon pada pria. Perlu anda tahu kekurangan hormon testoteron pada pria bisa memicu banyak gangguan kesehatan yang berhubungan dengan organ reproduksi seperti misalnya gairah seks yang mendadak berkurang dan disfungsi ereksi.
Tidak hanya itu saja, kekurangan hormon testoteron juga bisa menimbulkan masalah yang berkaitan dengan psikologi seperti depresi, kesulitan dalam berkonsentrasi, dan seringkali merasa cemas tanpa alasan. Kondisi ini akan membuat sperma yang diproduksi menjadi rendah dan bisa jadi anda akan mengalami hot flashes. Hot flashes ini adalah kondisi dimana anda senantiasa mengalami kepanasan disertai warna kulit yang berubah kemerahan dengan keringat tanpa henti.
Bagi para wanita, jenis suntik hormon satu ini seringkali diterapkan untuk meringankan gejala rasa sakit yang mungkin muncul pada saat menopause. Akan tetapi hal ini tetap tidak terlalu direkomendasikan karena memang ada dampak negatif yang bisa terjadi. Biasanya sebelum diberikan suntikan testoteron, pasien akan diberikan suntik hormon estrogen terlebih dahulu.

Suntik Hormon Estrogen

Jenis suntikan hormon selanjutnya adalah suntik hormon estrogen. Suntik hormon satu ini biasanya dilakukan apabila terjadi masalah yang berkaitan dengan kekurangan hormon estrogen pada wanita.  Suntik hormon estrogen dengan dosis yang tepat pada wanita bisa mengurangi resiko terkena berbagai penyakit yang berbahaya bagi perempuan seperti salah satunya adalah gejala menopause yang bisa memicu hot flashes, keringat berlebih, susah tidur dan vagina yang mendadak kering.
Jenis suntik hormon satu ini juga bisa mengurangi rasa nyeri akibat Atrofi vulva. Atrofi vulva adalah kondisi dimana vagina akan terasa sangat kering dan pedih. Kondisi seperti ini jika dibiarkan terlalu lama akan memicu terjadinya Vaginitis atrofi yang berupa peradangan parah pada vagina. Lebih jauh, suntikan estrogen juga bisa mengurangi resiko terjadinya kanker prostat dan osteoporosis.

Suntik Hormon Insulin

Jenis suntik hormon insulin biasanya diberikan pada penderita diabetes. Insulin adalah satu jenis hormon yang bertugas untuk mengubah glukosa dalam tubuh menjadi energi. Kekurangan hormon insulin bisa mengakibatkan penumpukan kadar gula darah yang menjadi pemicu diabetes. Karenanya semua penderita diabetes sangat direkomendasikan untuk melakukan suntik hormon satu ini secara rutin, demi menjaga stabilitas kadar gula darah di dalam tubuh mereka.

Suntik Hormon Progesteron

Hormon progesteron ada pada pria dan wanita. Hormon satu ini memiliki fungsi yang sangat penting pada manusia. Pada perempuan, progesteron berfungsi sebagai penguat dinding rahim pada saat kehamilan, membantu pertumbuhan jaringan payudara, serta meningkatkan produksi ASI pada saat pasca melahirkan. Jenis suntik hormon satu ini biasanya diberikan pada wanita yang rentan mengalami keguguran.

Belum ada Komentar untuk "Mengenal Jenis Suntik Hormon dan Kegunaannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel