Mengenal Proses Terjadinya Gagal Jantung Kongestif sebagai Pembunuh Diam-diam



 
Sebutan medis untuk gagal jantung kongestif adalah CHF (Congestive Heart Failure) dimana jantung gagal dalam memompa pasokan darah yang diperlukan oleh tubuh. Hal ini terjadi karena adanya kelainan pada otot-otot jantung, sehingga kinerja jantung tidak bisa berjalan secara normal.
Pada umumnya, gagal jantung digambarkan sebagai kondisi dimana jantunga berhenti bekerja, namun berbeda dengan kondisi ini dimana jantung tidak berhenti berdetak. Lantas, bagaimana proses terjadinya gagal jantung kongestif yang dinilai mematikan dan bisa menjadi pembunuh diam-diam yang berbahaya?

Proses Terjadinya CHF sebelah Kanan

Para penderita gagal jantung kongestif sebelah kiri biasanya memiliki ruang ventrikal atau bilik kiri yang tidak berfungsi baik. Padahal, bagian ini memiliki peran penting dimana seharusnya bertugas dalam mengalirkan darah ke seluruh tubuh melewati aorta, lalu diteruskan menuju pembuluh darah arteri. Akibat bilik kiri tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka menyebabkan tekanan pada serambi kiri meningkat, begitu juga dengan pembuluh darah di sekitarnya.
Kondisi seperti ini dapat menimbulkan penumpukan cairan di paru-paru atau yang disebut sebagai edema paru-paru. Berikutnya, penumpukan cairan juga akan terbentuk pada kaki dan rongga perut. Aliran darah yang berkurang dapat mengganggu kinerja ginjal, sehingga tubuh akan menimbun garam dan air lebih banyak dari kebutuhan tubuh.
Dalam beberapa kasus tertentu, penyakit ini tidak disebabkan oleh kegagalan bilik kiri jantung dalam memompa darah, melainkan bilik kiri jantung yang tidak mampu dalam melakukan relaksasi. Hal ini menyebabkan penumpukan darah ketika jantung melakukan tekanan balik guna mengisi ruang jantung. Meski demikian, Anda juga perlu waspada terhadap akibat dari gejala tersebut.

Proses Terjadinya CHF sebelah Kiri

Karena terdapat empat ruang dengan tugas yang berbeda, gagal jantung kongestif juga berbeda antara jantung bagian kanan dan kiri. Ada juga gagal jantung campuran dimana gagal jantung terjadi pada kedua bagian, yaitu kanan dan kiri.
Gagal jantung kiri dengan tipe kongestif terjadi saat bilik kanan jantung sulit untuk memompa darah menuju paru-paru, sehingga darah akan kembali ke pembuluh darah balik atau vena. Kondisi seperti ini menimbulkan cairan yang menumpuk di perut atau bagian tubuh lain, seperti kaki.
Umumnya, gagal jantung ini diawali dengan gagal jantung tipe kongestif sebelah kiri karena adanya tekanan berlebihan pada paru-paru. Hal ini membuat kemampuan sisi kanan jantung dalam memompa darah menuju paru-paru juga akan terganggu. Kondisi inilah yang membuat risiko gagal jantung tipe kongestif campuran lebih besar.

Bahaya Gagal Jantung Jenis Kongestif

Bagi Anda yang mengalami gagal jantung kongestif ini harus terus wapada karena bisa beresiko terhadap keselamatan jiwa. Pengobatan harus segera diambil agar tidak terjadi beberapa risiko komplikasi, seperti:
1.      Kegagalan organ tubuh lain
Ginjal menjadi salah satu organ yang bisa terganggu, karena aliran darah menuju ginjal berkurang akibat gagal jantung ini. Pada organ hati juga bisa terjadi penumpukan cairan dan bisa berlanjut pada gangguan fungsi hati.
2.      Gangguan katup jantung
Peningkatan tekanan aliran darah jantung juga dapat terjadi hingga lama kelamaan menjadi gangguan katup jantung. Bahkan, jantung bisa membengkak sehingga fungsi katup jantung terganggu.
3.      Aritmia
Gangguan irama jantung juga bisa diderita oleh pasien CHF. Kondisi ini terjadi karena gangguan aliran listrik jantung yang berguna dalam mengatur irama dan detak jantung. Apabila pasien mengalami kondisi ini maka bisa menyebabkan stroke.
Maka dari itu, terapkan pola hidup yang sehat dan lakukan olahraga secara teratur agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Mengingat bahaya yang disebabkan oleh gagal jantung kongestif, maka kita harus segera memeriksakan diri ke dokter agar bisa segera ditangani.

Belum ada Komentar untuk "Mengenal Proses Terjadinya Gagal Jantung Kongestif sebagai Pembunuh Diam-diam"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel