Tak Banyak yang Tahu! Bahaya Tidur Menggunakan Bantal untuk Bayi




Bahaya tidur menggunakan bantal untuk bayi haruslah dipahami oleh orang tua agar kesehatan bayi tetap terjaga dengan baik. Biasanya, masyarakat sering menggunakan bantal dengan huruf U agar membantu kepala bayi berbentuk bundar sempurna. Siapa sangka ternyata pemakaian bantal berbentuk U ataupun bentuk lainnya tidak dianjurkan untuk bayi sampai berusia dua tahun.
Pada umumnya, bentuk kepala bayi baru lahir memang belum sempurna akibat pengaruh proses kelahiran atau penggunaan alat bantu persalinan, seperti forsep. Dari waktu ke waktu, bentuk kepala dapat berubah menjadi lebih ideal.

Alasan Mengapa Bantal Bahaya untuk Kesehatan Bayi?

Proses kelahiran memang berdampak pada bentuk kepala bayi, tetapi hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Dalam kebanyakan kasus, bentuk kepala bayi akan menjadi bundar sempurna dari waktu ke waktu.Sehingga tidak perlu menggunakan bantal yang justru dapat berbahaya bagi bayi.
Berikut beberapa alasan bahaya tidur menggunakan bantal untuk bayi:
1.      Bantal dapat menyebabkan tersedak atau sesak napas.
2.      Apabila bantal robek dan isinya keluar, maka akan berbahaya untuk bayi karena bisa tersedak dengan mudah.
3.      Apabila bayi diletakkan di tengah bantal U, maka bayi akan sulit berbalik ataupun berputar sehingga akan bahaya jika gumoh atau muntah.
4.      Bantal juga dihubungkan dengan kematian mendadak bayi atau SIDS (Sudden Infant Death Syndrome).

Bantal dan Sindrom Kematian Bayi Mendadak

Dalam beberapa kasus, terjadi kematian bayi secara mendadak yang tidak bisa dijelaskan dan biasanya hal ini terjadi ketika bayi sedang tidur. Kondisi semacam ini disebut sebagai SIDS (Sudden Infant Death Syndrome). Umumnya, bayi yang mengalami fenomena ini berusia kurang dari setahun. SIDS juga sering dikenal sebagai kematian boks bayi karena seringkali bayi meninggal dalam boks tidur mereka.
Meskipun belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. SIDS sering dihubungkan dengan ketidaknormalan pada porsi otak bayi dalam mengontrol pernapasan. Penjelasan lainnya adalah bayi memiliki risiko SIDS lebih tinggi jika tidur dalam posisi tengkurap, terutama jika bayi tidur dengan kasur lembut, boneka mainan dan bantal di dekat wajahnya.
Permukaan bantal atau benda yang lembut di sekitarnya dapat menyebabkan sekat kecil sekitar mulut bayi sehingga menjebak hembusan napas. Akibatnya, bayi akan menghirup hembusan napasnya kembali, sehingga kadar oksigen di dalam tubuh menurun sedangkan karbondioksida terakumulasi. Kekurangan oksigen inilah sebagai bahaya tidur menggunakan bantal untuk bayiyang dapat menyebabkan SIDS.

Tips Menggunakan Bantal dengan Benar

Sebagai orang tua, kita harus tahu bagaimana cara menggunakan bantal dengan tepat agar tidak berisiko SIDS dan mampu mencegah bahaya tidur menggunakan bantal untuk bayi:
1.       Ketika bayi tidak diawasi, terutama pada malam hari, jauhkan bayi dari bantal yang lembut.
2.       Pada saat tidur siang atau dalam pengawasan, tidak masalah jika bayi menggunakan bantal.
3.       Jika bayi sudah tertidur dengan bantal, ambil perlahan bantal tersebut.
4.       Gunakan bantal dengan isian bersifat anti alergi atau hipoalergenik.
5.       Gunakan bantal yang kukuh dan sarung halus.
6.       Hindari penggunaan bantal dengan rumbai, manik, kancing atau hiasan yang mengganggu.
7.       Hindari penggunaan bantal dari polyester dan lebih baik menggunakan bantal dari katun.
8.       Segera ganti atau jahit jika ada sisi bantal yang sobek.
9.       Cucilah bantal secara rutin.
10.   Jika muncul ruam pada kulit bayi sekitar leher atau kepala, segera periksakan.
Penggunaan bantal pada bayi tidak boleh sembarangan dilakukan karena dapat berbahaya. Semoga tips aman terhindar dari bahaya tidur menggunakan bantal untuk bayi ini bisa membantu kita untuk menjaga sang buah hati agar tetap sehat.

Belum ada Komentar untuk "Tak Banyak yang Tahu! Bahaya Tidur Menggunakan Bantal untuk Bayi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel