Penyakit Rabies; Gejala, Penyebab, dan Cara Menanganinya



Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit rabies? Penyakit rabies atau dikenal dengan istilah anjing gila adalah penyakit yang terjadi karena infeksi virus pada otak dan sistem saraf. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang berbahaya dan mematikan bagi hewan, maupun manusia

Tahukah Anda tentang penyakit rabies di Indonesia? Pada tahun 2017, terdapat lebih dari 25.000 kasus gigitan hewan penular rabies yang diberi vaksin anti rabies, walaupun demikian tetap ada 90 korban yang meninggal. Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan merupakan provinsi yang memiliki kasus meninggal terbanyak karena terkena gigitan hewan penular rabies ini.

Penyebab rabies

Penyakit rabies disebabkan oleh virus penyebab rabies yang ditularkan oleh anjing melalui gigitan, cakaran, atau air liur. Namun, sudah tahukah Anda bahwa ada hewan lain yang bisa menularkan virus rabies? Hewan lain yang bisa membawa virus rabies dan menularkannya ke manusia selain anjing adalah kucing, kera, musang, dan kelinci.

Gejala Rabies

Seseorang yang terkena gigitan hewan yang mempunyai virus rabies biasanya akan merasakan gejalanya sekitar 4-12 minggu setelah terkena gigitan. Gejala rabies pada beberapa minggu pertama tersebut adalah:

1. Demam
2. Otot melemah yang menyebabkan kesulitan dalam menelan
3. Sakit kepala
4. Kegagalan pernafasan
5. Munculnya halusinasi

Apabila gejala ini tidak segera ditangani, maka kondisi pasien akan semakin memburuk.

Cara Penularan Rabies

Fahri, seorang dokter hewan yang bekerja di Food and Agriculture Organization (FAO), mengungkapkan terdapat beberapa cara penularan rabies.

1. Pada umumnya penyakit rabies ditularkan dari gigitan hewan yang terkena virus rabies.
2. Rabies juga bisa menular melalui kontak air liur ke selaput lendir seperti mukosa mulut atau mata dan luka terbuka hewan yang terkena virus. Namun kasus dengan cara penularan seperti ini jarang terjadi.

Pencegahan Virus Rabies

Sudah tahukah Anda bagaimana cara mencegah virus rabies? Menurut Fahri, seorang dokter hewan yang bekerja di Food and Agriculture Organization (FAO), virus ini bisa dicegah. Caranya adalah dengan melakukan vaksinasi hewan. Cara ini selain bisa mencegah virus rabies, juga bisa mencegah hewan ini untuk menularkan virusnya ke manusia maupun hewan yang lainnya.

Penanganan Gejala Virus Rabies

Sampai saat ini belum ada metode yang efektif untuk mengobati penyakit rabies. Namun untuk menangani gejala yang muncul karena virus rabies ini sudah selalu dilakukan. Cara mengatasi penyakit rabies ini adalah sebagai berikut:

1. Pemberian imunogulobin (serum) atau vaksin anti rabies. Pemberian serum atau vaksin ini bertujuan untuk membantu tubuh dalam melawan virus penyebab infeksi pada otak dan sistem saraf.

2. Apabila Anda mengalami gigitan kucing dan gigitannya tidak terlalu dalam, hal yang perlu Anda lakukan adalah dengan membersihkan kulit yang terluka dengan air dan sabun. Biarkan air mengguyur luka bekas gigitan selama beberapa menit untuk menghilangkan kotoran dan bakterinya. Setelah itu, secara perlahan tekan luka supaya darah kotor bisa keluar.

3. Selanjutnya, sterilkan lukanya agar bakteri lain tak ikut berkembang. Caranya dengan membubuhkan disinfektan - seperti alkohol, hidrogen peroksida, atau iodine (povidon iodine) ke cotton ball bersih, lalu perlahan oleskan di atas lukanya.

4. Oleskan krim antibiotik secukupnya di atas luka untuk mencegah infeksi. Anda bisa membeli obat ini di apotek.

5. Tutup luka dengan plester agar area tersebut tidak jadi sarang kotoran atau bakteri.

Jangan tunggu gejala penyakit rabies datang menghampiri Anda. Segera bergegaslah melakukan vaksinasi rabies untuk menghentikan perkembangan virus di dalam tubuh dan juga memvaksinasi hewan peliharaan yang Anda punya.

Belum ada Komentar untuk "Penyakit Rabies; Gejala, Penyebab, dan Cara Menanganinya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel