Waspada Bahaya Penyakit Leukimia, Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya



Leukimia adalah kanker yang menyerang sumsum tulang belakang dan sel darah, sehingga mengganggu produksi dan fungsi leukosit (sel darah putih) dalam melawan infeksi. Jenis kanker ini merupakan urutan pertama yang banyak diderita oleh anak-anak di Indonesia. Kepala Instalasi Anak Rumah Sakit Kanker Dharmais, dr. Haridini menyebutkan bahwa jumlah anak penderita leukimia yang dirawat di masing-masing rumah sakit dengan fasilitas pengobatan kanker mencapai 70 persen. Namun tidak menutup kemungkinan, orang dewasa juga dapat terserang leukimia.

Faktor Penyebab Menderita Leukimia

Penyakit leukimia disebabkan oleh mutasi DNA sel darah putih yang menyebabkan perubahan tindakan sel. Hal ini terjadi karena dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Berikut faktor penyebab leukimia yang harus Anda waspadai:
Keturunan atau genetika.

Seseorang yang dalam keluarganya terdapat riwayat menderita leukimia, maka resiko ikut menderita leukimia juga semakin besar atau dengan kata lain leukimia penyakit menurun. Selain itu, resiko mengidap leukimia akut juga terjadi pada penderita down syndrome atau gangguan genetika yang langka

Pengaruh kemotrapi atau radioterapi.

Pernah melakukan pengobatan kanker dengan menggunakan kemotrapi dan radiotrapi dapat memicu terjadinya kanker darah.

Sering Terkena Paparan radiasi.

Paparan radiasi berpotensi besar memicu leukimia. Maka dari itu, seorang wanita disarankan untuk tidak melakukan rontgen atau pemeriksaan sinar X untuk mengurangi resiko sang bayi terkena leukemia.

Banyak Menghirup Unsur kimia Radon

Unsur kimia radon memiliki sifat radioaktif berwujud gas yang tidak berwarna dan tidak berbau. Apabila seseorang menghirup partikel alpha yang dipancarkan oleh radon, maka seiring berjalannya waktu akan berpotensi mengidap leukimia. Unsur kimia radon banyak ditemui dari proses alami pemecahan uranium pada bebatuan vulkanik dan tanah. Maka dari itu, untuk mencegahnya pastikan rumah memiliki ventilasi yang memadai. Selain itu, pastikan juga bahwa sumber air yang dimiliki terbebas dari unsur kimia radon.

Terpapar Benzena dengan Kadar Tinggi

Benzena merupakan senyawa kimia organik yang ada pad bensin, namun saat ini banyak juga produksi obat, plastik, pewarna rambut, dan tinta printer yang menggunakan senyawa benzena. Orang yang terkena paparan benzena dengan kadar tinggi akan beresiko terkena kanker darah karena ternyata benzena mengandung sifat karsinogenik.

Asap rokok

Sebuah studi pada tahun 2009 menyatakan bahwa perokok aktif maupun pasif akan beresiko terkena leukimia. Ibu yang merokok saat mengandung akan berpotensi besar menyebabkan bayi mengidap leukimia. Hal ini dikarenakan karsinogen pada rokok dihirup oleh paru-paru, kemudian dialirkan dalam pembuluh darah.

Berat Badan Berlebih atau Obesitas.

Orang yang mengalami obesitas beresiko lebih besar terkena leukimia dibandingkan orang dengan berat badan ideal.

Gejala Menderita Leukimia atau Kanker Darah

Setiap orang yang terkena kanker darah menunjukkan indikasi berbeda, sesuai jenis leukimianya. Ditambah lagi, indikasi leukimia terkang sulit terdeteksi karena mirip dengan kondisi flu biasa. Maka dari itu, berikut gejala leukimia pada umumnya. Segera periksakan diri ke dokter jika gejala dibawah ini tak kunjung sembuh atau reda:
Mengalami kelelahan atau lemas yang berkelanjutan.
Mengalami demam disertai tubuh menggigil dan sakit kepala
Mengalami muntah-muntah.
Mengalami keringat berlebihan, terutama pada malam hari.
Mengalami nyeri pada sendi atau tulang
Mengalami penurunan berat badan secara tiba-tiba
Mengalami pembengkakan pada hati atau limpa
Mengalami infeksi parah berulang kali
Mengalami pendarahan, semisal mimisan, atau memar.
Mengalami bintik-bintik merah pada kulit.

Pengobatan Leukimia atau Kanker Darah

Leukimia bisa sembuh dengan beberapa metode pengobatan yang disarankan oleh dokter, menyesuaikan dengan usia, kondisi, dan stadium kanker darah yang dialami. Berikut metode pengobatan leukimia:
Kemoterapi menggunakan bahan kimia untuk membunuh sel kanker darah
Radioterapi menggunakan sinar X pada area yang terkena kanker untuk menghancurkan dan menghambat pertumbuhan sel-sel kanker
Transplantasi sel punca atau stem cell untuk mengganti sumsum tulang yang sudah rusak dengan yang sehat. Sel punca yang digunakan dapat berasal dari tubuh Anda sendiri ataupun pendonor.

Demikian fakta leukimia terkait penyebab, gejala, dan pengobatannya. Leukimia merupakan penyakit yang cukup membahayakan karena dapat menurunkan sistem imun tubuh. Maka, dari itu lebih baik mencegah daripada mengobati. Cara mencegah penyakit leukimia terbaik tentu dengan menghindari atau mengurangi penyebab terkena leukimia.






Belum ada Komentar untuk " Waspada Bahaya Penyakit Leukimia, Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel