Waspada Penyakit DBD, Ini Gejala dan Pengobatannya!


Anda tentu sudah tidak asing dengan penyakit DBD. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bahwa per 30 januari 2019 telah terjadi 11.280 kasus DBD dengan jumlah korban jiwa meninggal mencapai 110 orang. Kasus tertinggi terjadi di Jawa Timur, yakni 2.567 kasus.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan penyakit DBD? Demam Berdarah Dengue atau DBD adalah penyakit infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegpthy dan Aedes Albopictus. Jenis nyamuk ini banyak ditemukan di wilayah tropis dan sub tropis, salah satunya Indonesia. Selain itu, kedua jenis nyamuk ini memiliki intensitas perkembanganbiakan yang tinggi dan mampu terbang sejauh 100 meter. Agar mengetahui lebih dalam mengenai penyakit DBD, berikut fakta terkait penyakit DBD.

Apakah DBD menular?

Penyebab DBD bermula dari gigitan nyamuk dari keluarga Aedes Aegpthy dan Aedes Albopictus yang menyebarkan 4 jenis virus, yakni virus DEN-1, DEN-2. DEN-3, dan DEN-4. Nyamuk menginfeksi darah seorang manusia melalui gigitan yang mengandung virus, kemudian mentransferkan darah yang terinfeksi virus kepada orang lain. Dari sinilah cara penularan DBD terjadi.

Gejala Terinfeksi Virus DBD

Masa inkubasi nyamuk penyebab DBD adalah 4-10 hari, maka dari itu gejala terinfeksi baru akan muncul setelah rentang masa inkubasi tersebut. Banyak orang yang salah mengartikan gejala DBD sebagai penyakit lain, akibatnya penyakit terlambat terdeteksi dan berakhir fatal. Pada anak yang belum pernah terinfeksi DBD, gejala yang ditimbulkan akan lebih parah dibandingkan orang dewasa. Berikut gejala umum terinfeksi DBD:

· Mendadak Demam Tinggi

· Otot Terasa Nyeri

· Sakit Kepala Hingga Bagian Belakang Mata

· Muntah

· Pendarahan

Fase Demam Berdarah

Perlu diketahui bahwa gejala yang disebutkan di atas tadi terjadi dalam 3 fase demam berdarah, yakni:

1. Fase Awal

Setelah 4 sampai 10 hari seseorang terkena gigitan nyamuk DBD, maka kondisi yang ditimbulkan adalah mengalami sakit kepala disertai demam tinggi secara tiba-tiba dengan temperature hingga 40 derajat Celsius. Demam terjadi selama 2-7 hari, apabila lebih dari 10 hari maka kemungkinan demam tersebut bukanlah gejala DBD. Selain demam, pada umumnya penderita juga akan mengalami infeksi tenggorokan, sakit di sekitar bola mata, muntah, nyeri otot, dan kulit kemerahan.

2. Fase Kritis

Pada fase ini, tubuh seolah telah sembuh karena temperature tubuh akan mengalami penurunan. Padahal sebenarnya ini adalah fase kritis yang apabila tidak segera ditangani oleh tim medis, maka trombosit penderita akan menurun secara drastis dan mengakibatkan pendarahan. Fase kritis berlangsung selam 24-38 jam.
Selama masa perpindahan dari fase awal ke fase kritis, penderita DBD berpotensi mengalami kebocoran pembuluh darah. Indikasi terjadi kebocoran darah adalah mengalami muntah terus-menerus, nyeri perut, mimisan, dan pembesaran organ hati.

3. Fase Penyembuhan

Setelah melewati masa kritis, penderita DBD akan kembali mengalami demam. Namun tidak perlu khawatir, karena ini merupakan fase penyembuhan. Trombosit berangsur naik dan normal kembali. Setelah 48-72 jam, cairan tubuh juga akan kembali. Kondisi perlahan semakin membaik, ditandai dengan nafsu makan meningkat, nyeri perut berkurang, dan fungsi diuretik membaik.

Pengobatan untuk Demam Berdarah

Pengobatan DBD terbaik adalah mengkonsultasikannya dengan dokter agar penderita dapat ditangani secara benar oleh tim medis. Namun ada beberapa anjuran untuk meringankan gejala DBD, yakni:

1. Minum cairan sebanyak mungkin untuk mencegah dehidrasi. Air kelapa hijau terbukti sangat baik bagi penderita DBD.

2. Istirahat secara cukup

3. Mengkonsumsi obat penurun demam yang aman, seperti paracetamol.

4. Jangan mengkonsumsi obat pereda nyeri, seperti ibuprofen, aspirin, dan naproxen. Obat-obatan ini berpotensi mengakibatkan komplikasi pendarahan

5. Memantau frekuensi buang air kecil dan jumlah urine.

Demikian fakta terkait gejala dan pengobatan demam berdarah. Hal yang paling penting adalah lebih baik mencegah daripada mengobati. Maka dari itu sejak dini lakukan pencegahan DBD agar Anda dan keluarga tidak terinfeksi virus nyamuk ini. Beberapa cara yang dapat Anda lakukan diantaranya, vaksin dengue bagi anak-anak, memberantas sarang nyamuk dengan 3M (Menguras, Menutup, dan Mengubur), melakukan fogging atau menaburkan bubuk larvasida (abate) pada penampungan air, dan menggunakan krim anti nyamuk.

Sumber referensi:

https://hellosehat.com/penyakit/demam-berdarah-dengue-dbd/

https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/demam-berdarah-dengue-dbd/fase-demam-berdarah/

Belum ada Komentar untuk "Waspada Penyakit DBD, Ini Gejala dan Pengobatannya!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel