Waspadai Hemophilia, Lakukan Cara Ini Untuk Mencegah dan Mengobatinya


Hemophilia, istilah penyakit ini masih asing bagi orang awam. Tidak seperti penyakit diare, batuk, atau flu yang sangat sering diderita kebanyakan orang. Hemophilia termasuk penyakit yang langka, hanya diderita 1 dari 10.000 orang saja. Dan uniknya lagi, penyakit ini lebih cenderung diderita oleh kaum laki-laki. Lalu, bagaimana cara mencegahnya? Berikut pemaparan tentang Hemophilia.

Apa itu Hemophilia?

Hemophilia adalah sebuah penyakit yang berhubungan dengan darah, yaitu sukarnya darah untuk membeku akibat kurangnya protein dalam tubuh. Sehingga jika terjadi luka maka darah akan terus mengalir. Luka kecil yang terjadi bisa berakibat fatal bagi penderita hingga mengancam nyawanya. Hemophilia merupakan penyakit bawaan yang umumnya hanya diderita oleh laki-laki. Tingkat keparahan Hemophilia bergantung pada kesukaran darah membeku.

Hemophilia kasus berat merupakan pendarahan sendi atau hermatosis. Jika hermatosis ini terjadi secara berulang akan menyebabkan kerusakan pada sendi. Nah, sendi yang sangat berkemungkinan terkena heramtosis ialah sendi bagian lutut dan siku. Karena dua sendi itulah yang paling rawan terkena luka, apalagi untuk anak-anak.
Klasifikasi Hemophilia

Hemophilia terbagi menjadi beberapa jenis, berikut klasifikasi hemophilia:

- Hemophilia A, merupakan hemophilia klasik yaitu hemophilia yang diturunkan secara genetic. Pendarahan ini terjadi ketika seseorang kekurangan factor pembeku darah VIII yang berkaitan dengan penyakit lain seperti kanker.

- Hemophilia B, terjadi karena kekurangan factor pembekuan darah IX selain itu juga karena pemutasian gen saat masih di dalam kandungan.
Gejala Hemofilia

Terdapat beberapa gejala hemophilia yang dapat Anda ketahui agar saat terjadi Anda dapat mengatasinya dengan tepat, diantaranya:

- Mudah memar jika terbentur suatu benda.

- Sering merasakan nyeri pada bagian sendi

- Terdapat pendarahan di area sekitar sendi.

- Sering mimisan dan gusi berdarah

- Pada Hemophiia tingkat lanjut bisa terjadi pendarahan tanpa sebab.

Penyebab Hemophilia

Hemophilia terjadi disebabkan oleh mutasi gen yang pada akhirnya menjadikan seseorang kekurangan factor pembekuan darah tertentu. Pemutasian gen yang terjadi pada penderita hemofilia A dan B terjadi pada kromoson dari gen orang tua. Ketidaksesuaian ini biasanya diturunkan dari gen ibu, walaupun si ibu tidak memiliki riwayat hemophilia. Namun bisa juga pemutasian gen ini terjadi secara spontan walaupun dari kedua belah pihak orang tua tidak memiliki riwayat hemophilia.

Diagnosis Hemophilia

Diagnosis Hemophilia terutama pada anak bisa sejak anak masih berbentuk janin dalam Rahim ibu. Pengecekan secara rutin ke dokter mampu mendeteksi resiko hemophilia pada calon anak. Pengecekan dilakukan sebelum terjadinya kehamilan agar terlihat dari kedua gen orang tua adakah yang berpotensi untuk mutasi gen. setelah itu pada masa kehamilan dan setelah melahirkan agar dokter secara bertahap dapat memastikan anak bebas dari hemophilia.
Komplikasi Hemophilia

Terdapat beberapa komplikasi hemophilia di antaranya :

- Terjadinya infeksi karena luka yang berdarah sulit membeku. Jika membersihkan luka tidak tuntas maka kemungkinan infeksi terjadi.

- Rusaknya sendi.

- Pendarahan internal yang menyebabkan pembengkakan

- Kemungkinan terjadinya pendarahan pada system pencernaan yang biasanya ditandai dengan BAB berdarah.

- Penderita mengalami anemia atau kekurangan sel darah merah.

Penanganan Hemophilia

Penanganan Hemophilia dilakukan dengan cara pemberian suntikan obat untuk mempercepat terjadinya pembekuan darah. Pemberian suntikan obat berbeda setiap jenis Hemophilia. Untuk penderita Hemophilia tipe A maka harus diberi pengobatan factor VIII. Sedangkan untuk Hemophilia tipe B diberikan obat untuk factor IX Pemberian suntikan obat pun harus sesuai anjuran dokter. Pemberian dosis yang sesuai agar tidak terjadi efek samping yang berlebihan.
Pencegahan Hemophilia

Sejatinya Hemophilia merupakan penyakit bawaan dari lahir yang sulit dihilangkan. Namun, bukan berarti penyakit itu bisa terus menyebar ke seluruh anggota tubuh. Anda dapat meminimalisir hemophilia dengan beberapa pencegahan Hemophlia antara lain :

- Pengecekan darah secara rutin seperti 3 bulan sekali.

- Hindari olahraga berat yang mengancam terjadinya luka yang menyebabkan keluarnya darah

- Menggunakan perlengkapan berkendara yang tertutup saat berkendara dengan motor. Hal ini dilakukan jika terjadi kecelakaan akan meminimalisir keluarnya darah.

- Hindari mengkonsumsi obat pengencer darah.

- Atur pola makan yang baik, karena jika penderita mengalami obesitas juga akan membahayakan sendinya.

- Menjaga kebersihan gigi dan gusi, agar tidak terjadi pendarahan. Lebuh baik menggunakan bulu sikat gigi yang lembut agar tidak menggores gigi dan menyebabkan luka.

Begitulah pemaparan mengenai Hemophilia. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko Hemophilia. Jika Hemophilia terjadi terus menerus, alangkah baiknya secepat mungkin untuk menghubungi dokter agar mendapatkan penanganan yang lebih intensif.

Belum ada Komentar untuk "Waspadai Hemophilia, Lakukan Cara Ini Untuk Mencegah dan Mengobatinya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel